Kehidupan religius adalah penghayatan citi-cita yang dapat menjiwai kaum muda apabila dilaksanakan secara inspiratif. Para anggota hendaknya sadar, bahwa teladan hidup mereka sendiri merupakan pujian yang terbaik bagi lembaga mereka dan anjuran yang terkuat
bagi orang lain untuk memasuki kehidupan religius. (Konstitusi 15)
Promosi panggilan melalui media sosial, majalah dan sarana lain yang bermanfaat baik hanyalah sarana pengenalan cara hidup ini, yang jika tidak dibarengi dengan kesadaran akan teladan hidup kita tentu sarana itu menjadi kurang bermanfaat bagi orang lain untuk mengenal lebih dalam cara hidup kita sebagai religius.
Mengenal Tuhan bukanlah soal pengetahuan intelektual semata, melainkan sebuah perjumpaan pribadi yang transformatif. Panggilan bukanlah beban melainkan sarana kasih Kristus yang dapat ditemukan melalui keheningan, kontemplasi, penghayatan kaul-kaul, dan doa. Panggilan adalah proses dinamis yang terus berkembang melalui relasi persaudaraan yang otentik. (Paus Leo XIV)
Selamat Hari Minggu Panggilan ke 63, semoga banyak orang muda untuk berani mendengarkan suara Tuhan di tengah kebisingan dunia, dan tertarik memilih cara hidup kita bukan hanya tertarik karena kehebohan media promosi apalagi tebar pesona, tetapi pertama-tama karena teladan cara hidup kita sebagai religius yang selalu setia mengikuti Tuhan Yesus Kristus seperti yang diajarkan dan di teladani oleh bapa Pendiri Mgr. Yohanes van Hoodydonok, dalam perlindungan Santa Perawan Maria Tersuci dan Tak Bernoda serta teladan bapa kita Santo Fransiskus Assisi.