Jasa Guru yang Mulia bagi Peserta Didik

Guru menjadi pendidik yang mulia karena tugasnya yang kompleks, tidak saja menuntutnya memenuhi peraturan pemerintah, tetapi juga caranya [guru] mendidik agar muridnya kelak menjadi seorang pribadi yang suskses dan bertanggungjawab. Bahkan tidak hanya itu, perjungannya [guru] agar nara didiknya dapat menjadi orang berprestasi dan sukses. Bukan guru yang mendapat pujian, tetapi siswa-siswinya yang mendapatkan prestasi, … [Read more…]

Menimba Spiritualitas Maria Di Lingkungan Pendidikan Kristiani

Dalam Tradisi[1] Gereja Katolik  mengajarkan bahwa, peran Bunda Maria menjadi sentral di dalam  sejarah peristiwa karya keselamatan Allah  bagi  umatNya di dunia ini. Runutan peristiwa tersebut, mulai  ketika Bunda Maria menerima panggilan dari  Allah untuk menjadi patner dalam menerima  tugas  mulia, menjadi Bunda Kristus. Tugas tersebut, ditempatkan oleh Allah dimana “rahimnya” secara khusus disiapkan untuk … [Read more…]

“Konotasi” Menurut R.Barthes

  Prakta Sebelum memahami arti “Konotasi” menurut R.Barthes, pertama-tama penulis mengutip dari berbagai sumber sebagai perbandingan dengan perspektif R. Barthes di antaranya:  1) Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): Menurut KBBI, “Konotasi” adalah makna kultural atau emosional yang bersifat subjektif dan melekat pada suatu kata atau frasa. Sementara itu, makna eksplisit dan harafiah dari suatu kata … [Read more…]

Analisa Iklan Dengan Semiotika Iklan

Analisa iklan dengan Semiotika iklan “Rhetorics of the Image”, dengan pesan linguistik, pesan ikonik tanpa kode, dan pesan ikonik dengan kode berhubungan satu dengan lainnya sehingga menghasilkan kekuatan retorik atau konotatif ! Iklan yang dipilih seperti di bawah ini. iklan  foto pemain basket Deny Sumargo. Pembahasanya: Dalam analisa iklan dengan semiotika “Rhetorics of the Image”, … [Read more…]

Analisis Arsitektur Gereja Katedral St. Yoseph Kota Pontianak

I: PENDAHULUAN Berawal wawancara singkat dengan Misionaris dari Belanda Br.Alexandro, MTB tentang pembangunan Gereja Katedral Pontianak, membuat penulis untuk mengkajikannya korelasi dengan mata kuliah Zending/Misi dan Pascakolonialitas. Dalam pertemuan tersebut muncul kegelisahan atas bangunan tersebut yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan dari membangun rumah Tuhan dalam konteks pembangunan struktural gereja setempat atau lokal. Terdapat … [Read more…]

PERJALANAN INDONESIA BELUM BERAKHIR

I. PENDAHULUAN Kisah sejarah Indonesia sejak kolonial sampai pada pascakolonial, sangat menarik bagi para sejarawan, wartawan, budayawan hingga para turis manca negara untuk mengkaji sejarah Indonesia. Mereka mendeskripsikan Pulau Indonesia menurut perspektif dan keilmuan mereka baik dalam bidang politik, ekonomi maupun budaya. Demikian juga Jones menulis tentang Indonesia sesuai dengan latar belakang kehidupannya. Ia sebagai … [Read more…]

Tinjauan Misi Peradaban Para Misionaris Di Kalbar

I: PENDAHULUAN Hidup manusia merupakan suatu garis sejarah yang tidak terputuskan. Setiap garis sejarah itu harus dialami, dirasakan dan dilalui dalam tiga lingkaran, yakni kelahiran, kehidupan dan kematian. Pada tahap kehidupan manusia mempunyai pengalaman dalam perkembangan peradaban. Sejarah peradaban itu merupakan peristiwa proses perkembangan manusia dari berbagai aspek, yakni pendidikan, pengetahuan, sosial, sifat atau tingkah … [Read more…]

Pergumulan Dalam Menulis Tesis

Awalnya, saya kurang tertarik menulis tentang diskriminasi sosial yang berbau ras atau rasisme. Karena saya menyadari bahwa, zaman sekarang perbincangan diskriminasi tersebut, sudah tidak lagi menjadi masalah fenomenal dalam masyarakat Indonesia. Apalagi, jika kita meninjaunya dari ilmu sosial dan humaniora. Barang kali bukan sesuatu yang tepat di era postmoderen ini, untuk membahas hal-hal demikian. Bagi … [Read more…]

Memotred Pribadi Diri Sendiri

Br. Ferdy MTB Tinggal di Komunitas Novisiat Alverna Pernyataan ini mengusikku. Tak lain karena bertanya tentang siapakah diriku? Di mana aku berada saat ini? Apakah menyadari tentang keberadaan diriku sendiri. “Jadilah diri sendiri.” Siapa yang menentukan diriku? Diriku sendiri atau ada ‘unsur’ paksaan dari luar diriku? Atau aku hanya mendengarkan kata ‘Jadilah diriku sendiri’ berdasarkan … [Read more…]