Sat. Mar 6th, 2021

Perkenalan saya dengan para Bruder novis berawal ketika saya sedang memberikan pelatihan untuk para suster novis konggregasi Amal Kasih Darah Mulia di Jetis Jogjakarta. Suster pendamping para novis mengunggah video dan foto kegiatan pelatihan tersebut di whatsapp statusnya; lalu postingan ini dilihat oleh Bruder Flavianus MTB yang kemudian meminta nomer telepon saya dari suster pendamping. Akhirnya saya dan Bruder Flavianus berkenalan melalui telepon dan bertemu tidak lama setelah itu. Pertemuan dan perkenalan di novisiat yang ditemani teh hangat, singkong rebus, dan bakwan membuat pembicaraan mengalir lancar. Kami akhirnya sepakat untuk mengadakan pelatihan tentang pemahaman kepribadian dan komunikasi untuk para novis. Sebuah proses perkenalan dan kesepakatan yang menurut saya sangat cepat dan membuat saya bahagia karena bertambah saudara dan makin luas saya bisa membagikan pengetahuan dan ketrampilan yang selama ini saya dalami.
Bagi saya, biarawan/biarawati adalah pasukan khusus yang dituntut untuk selalu siap melayani orang lain. Saya membayangkan pastinya tidak sedikit umat yang datang kepada Bruder untuk meminta ibadat, minta didoakan, meminta konseling untuk mendapatkan pencerahan, menghadiri berbagai pertemuan lewat online atau offline, dan lain-lain. Permintaan-permintaan itu bahkan bisa saja datang tanpa melihat waktu dan situasi. Itu yang dalam pandangan awam seperti saya, tugas para Bruder tidaklah mudah.
Tetapi mengapa mereka bisa menjalankannya tetap dengan semangat? Karena bagi saya mereka memiliki energi tersembunyi yang selalu saya sebut sebagai energi kepribadian. Para bruder novis dengan latar belakang yang berbeda-beda, masing-masing dikaruniai Tuhan dengan energi kepribadian yang unik dan potensial.
Ada yang memiliki energi kepribadian untuk menata, bertindak, berkreatifitas, dan ada pula energi untuk berempati. Bayangkan jika kesemua energi tersebut berkolaborasi dengan optimal, maka tentunya akan lebih banyak karya-karya kebaikan yang muncul dari para bruder novis untuk komunitas dan lingkungan sekitar.
Hal terbaru adalah ketika saya melihat postingan saat para novis membuat lukisan indah di tembok ruang kelas untuk mempercantik ruangan dan membuat suasana menjadi baru dan berbeda. Bagi saya itulah yang saya maksud sebagai wujud kolaborasi kepribadian dominan dari para novis. Untuk terwujudnya lukisan itu, pastinya ada yang bertugas merancang, menyiapkan dan membeli alat-alat yang dibutuhkan, melukiskan di dinding dengan kreatifitas, dan mendukung agar lukisan tersebut selesai tepat waktu dan dengan sumber daya yang ada.
Itulah kesan perkenalan saya dengan para bruder novis. Saya yakin dengan energi kepribadian yang mereka miliki dan terus mereka olah dan kembangkan; maka tugas-tugas para Bruder untuk melayani orang lain pastilah tetap terus dilaksanakan dengan penuh semangat dan akan menghasilkan karya-karya yang jauh lebih baik, lebih banyak, dan dengan jangkauan yang lebih luas. Aware who you are, Accept what you have in you, and Act to develop yourself.**Penulis: Fanny Dhaniswara (Entrepreneurship, Trainer, motivator)