“Puji Tuhan! Bersyukurlah kepada Tuhan, karena Dia baik, karena kasih setia-Nya kekal selamanya!” (Mazmur 106:1)

Br. Bernardinus Sukasta MTB
Lahir di Semagung, Kalibawang, Kulon Progo pada tanggal 15 Mei 1952 dan meninggal di Pontianak pada tanggal 4 Juli 2026. Br. Bernardinus berasal dari keluarga katolik sejati/saleh di daerah Sendangsono, Promasan, Kulon Progo, Yogyakarta dengan 7 bersaudara. Ia adalah seorang yang tenang, sederhana, sopan (bescheiden) dan seorang pendiam, namun ternyata punya selera humor yang tinggi, dan juga pendengar yang baik ketika sudah mengenal beliau.

Ketika sudah berumur 30 tahun bergabung dengan persaudaraan MTB sebagai postulan pada tanggal 18 Desember 1982 meninggalkan pekerjaanya sebagai guru pegawai negeri sipil di SD di kampung Sipkayin, Pasukayu di daerah Samalantan, Bengkayang. Dan diperkenankan mengucapkan kaul kekal pada tanggal 15 Agustus 1982

Dalam salah satu tulisannya pada perayaan jubileum profesinya beliau menulis.
Wujud hidup terbentuk dari suatu interaksi sebuah system. Tidak ada wujud hidup yang lahir dari dirinya sendiri tanpa kehadiran wujud lain. Wujud itu merupakan hasil dari peristiwa dan kegiatan-kegiatan serta pengaruh timbal balik selama proses interaksi tersebut berlangsung. Saling berkaitan, saling mempengaruhi, saling kebergantungan. Wujud-wujud itu antara lain, keluarga, potensi diri, media, lingkungan, benda hidup/benda mati.
Atas dasar teori ekosistem itulah aku sekarang ini ada di sini dengan segala keberadaanku baik fisik dan non fisiknya ( tingkat kepekaan, perasaan, pikiran, ketrampilan, cita-cita, dll).
Mengikuti teori itu, menjadi bagian dari kongregasi bruder MTB dapat disebut sebagai salah satu wujud energy yang dalam interaksinya dengan energy-energi lain diharapkan mampu memunculkan dan mengalirkan energy baru dan positif bagi keseluruhan ekosistem/alam raya.
Menjadi bruder MTB, merupakan sebuah pilihan, di dalamnya terkandung konsekuensi dan tanggung jawab. Seseorang akan mampu menanggung konsekuensi dan berani bertanggung jawab atas sebuah pilihan semata-mata jika orang itu bersedia menerima rahmat Tuhan. Sedangkan rahmat hanya akan diterima kalau ada usaha. Orang bilang: “Usaha perlu disertai doa, dan doa perlu disertai usaha”. Begitu teorinya. Maka menjadi saudara MTB bukan akhir tujuan hidup sebab konggregasi ini sekadar sebuah sarana dan media agar aku dapat mengaktualisasikan diri sebagai pengikut Yesus Kristus, selaras dan seturut teladan St. Fransiskus Asisi dan Bunda Maria, Perawan dan Bunda Allah yang menyebut dirinya “Hamba Tuhan” dalam penghayatan ketaatan, kemiskinan dan kemurnian, seperti yang tertuang dalam Konstitusi Para Bruder Kristiani Santa Maria Perawan Tersuci dan Bunda Allah Yang Dikandung Tanpa Noda.

Aktualisasi diri tidak dapat diukur dan tidak tergantung dari seberapa lama seseorang telah menjalani hidup (dalam biara/berkaul) atau telah memangku jabatan-jabatan tertentu, sebab semua itu sekadar sebuah sarana. Aktualisasi diri itu suatu proses. Jadi benar kata temanku bahwa empat puluh tahun tidak masuk dalam buku catatan prestasi.
Kita memerlukan wujud (anggota baru, yunior, medior dan senior) lain untuk dapat menghasilkan energy baru. Sebab hanya dengan saling berinteraksi antara wujud – wujud yang saling berbeda akan tercipta sebuah energy baru.

Ini merupakan sebuah perjuangan. Melalui usaha dan perjuangan tersebut diharapkan dari setiap wujud terpancar energy positif. Energi positif yang asalnya dari Allah itu akan menjadikan diri kita masing-masing dan lingkungan kita lebih bermakna.

Demikianlah kita mengenal beliau sebagai sesama saudara yang siap mengabdi dan tenang penuh kreativitas dan selalu memberi semangat, mudah didekati oleh yang muda dan tua, sewaktu-waktu menampilkan rasa humor yang menggelikan, menampilkan daya kreatif melalui tanaman, ternak maupun menata lingkungan yang menjadi tanggungjawabnya. Walaupun begitu banyak tugas yang harus dikerjakan beliau selalu ada waktu untuk mendengarkan kesulitan-kesulitan yang menjadi keluh kesah para saudara. Menekuni dengan setia pekerjaan-pekerjaan dan tugas-tugas dengan penuh kesederhanaan.

By vianmtb