Fri. Jan 30th, 2026

Banyak tantangan dan peluang seputar perawatan di dunia modern. Komoditisasi perawatan, munculnya hiper-individualisme, dan meningkatnya ketergantungan pada mediasi teknologi, semuanya menghadirkan berbagai hambatan dalam membina hubungan perawatan yang autentik. Struktur ekonomi dan politik sering kali mengutamakan efisiensi dan keuntungan daripada martabat manusia, sementara apatisme moral dan spiritual mengancam fondasi kasih sayang dan solidaritas. Namun, terlepas dari berbagai tantangan ini, tradisi Fransiskan—dan panggilan Kristen yang lebih luas untuk merawat—menawarkan respons kontra-budaya yang menegaskan kembali perlunya perawatan yang mendalam, disengaja, dan transformatif.

Perawatan berbasis misi bukanlah cita-cita pasif, tetapi komitmen aktif. Perawatan ini membutuhkan perhatian terhadap kebutuhan orang lain, kemauan untuk memikul tanggung jawab, dan dedikasi untuk membentuk komunitas tempat kepercayaan, solidaritas, dan kasih sayang tumbuh subur. Terinspirasi oleh Santo Fransiskus dan Santo Klara, kita diingatkan bahwa perawatan yang tepat tidak hanya bersifat transaksional tetapi juga relasional, tidak hanya efisien tetapi sangat manusiawi. Di dunia yang semakin ditandai oleh keterasingan dan keterpisahan, kita dipanggil untuk menjadi komunitas kontemplatif yang peduli—tempat di mana orang-orang benar-benar dilihat, dihargai, dan didukung.

Jadikan ini sebagai dorongan: meskipun memulihkan etos kepedulian itu rumit, hal itu juga sangat bermanfaat. Setiap tindakan kepedulian, sekecil apa pun, berkontribusi untuk membangun dunia yang lebih adil, penuh kasih sayang, dan penuh kasih. Seperti yang diingatkan Paus Fransiskus, “Kemiskinan terbesar di dunia saat ini adalah kurangnya kasih.” Oleh karena itu, marilah kita menjadi pembawa kasih, penyembuh perpecahan, dan pembangun komunitas di mana kepedulian berbasis misi bukan hanya sekadar prinsip, tetapi juga cara hidup. (IFC-TOR – Assisi 2025)

By vianmtb