Sat. Jan 31st, 2026

Kita mencari model pembaruan yang secara sengaja mendalam dan berpusat pada Kristus. Tidaklah cukup bagi orang-orang religius dari segala usia untuk menjalani hidup “sendirian” dalam kehidupan rohani. Tidaklah cukup hanya mengikuti aturan, jadwal, atau kewajiban. Jika menggunakan ungkapan Paulus, berada “di dalam Kristus” lebih dari sekadar sosialisasi terhadap aturan-aturan kehidupan bersama.22
Rencana agung Allah bagi umat manusia tidak boleh diremehkan. Rencana itu tidak lain adalah transformasi seluruh ciptaan, yang dimulai dengan Kebangkitan Tuhan dan mengarah kepada kedatangan-Nya kembali dalam kemuliaan akhir. Dan kita, sebagai murid-murid Tuhan yang Bangkit, yang telah dibaptis dalam Kristus, dipanggil untuk berpartisipasi bahkan sekarang dalam langkah-langkah awal transformasi itu. Berapa pun usia kita dan dengan bakat serta talenta apa pun yang kita miliki, kita memiliki tujuan dan tempat dalam perbaikan besar dunia ini.
Setelah meletakkan dasar yang kokoh untuk tugas yang ada, selanjutnya kita beralih kepada contoh Fransiskus dan Klara dari Assisi untuk membimbing kita dalam tugas kita memperbaiki dunia saat ini.

(source : Franciscans and God’s Great Plan for the Repair of the World and the Renewal of Humanity. (David B. Couturier, OFM Cap.) International Fransiscan Confrence – Third Oder Regular General (IFC-TOR)  Assembly 11-15 Mei 2025 in Assisi.

By vianmtb