Wed. Feb 28th, 2024

Manado. Pada tanggal 27 – 30 November 2023 bertempat di Wisma Lorenzo, Lotta Tomohon Manado. Musyawarah Antar Bruder Religius atau disingkat MABRI mengadakan beberapa agenda yaitu Rapat Pleno MABRI, Workshop Managemen Karya Tarekat Non Pendidikan dan Mengenal Arah Dasar Pastoral Keuskupan Manado serta outing dengan melihat langsung karya-karya non pendidikan di lapangan. Kegiatan dihadiri oleh para pemimpin regio/propinsi/umum dari 10 Kongregasi yaitu CMM, MTB, FIC, BHK, HHK, BTD, FC, ALMA, CSA, BHK.

Rapat pleno dibuka dengan misa yang dipimpin oleh Mgr. Rolly Untu MSC dalam kotbahnya menekankan tentang bacaan Injil hari ini tentang persembahan janda miskin, Mgr mengapresiasi tarekat frater/bruder yang terus mempersembahkan secara total dalam karya pelayanan dan kerasulan sebagai wujud hidup bakti terhadap Gereja. Baik karya pendidikan maupun non pendidikan.

Workshop Managemen Karya Tarekat Non Pendidikan dengan narasumber RD. Revi R.H.M. Tanod, Ph.D. Dalam managemen yang perlu dilihat adalah aset-aset yang ada baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Namun seringkali kita hanya melihat yang kelihatan saja bukan yang tidak kelihatan. Yesus sang guru mengajarkan kita memanagemen tidak hanya yang kelihatan tetapi juga sesuatu yang tidak bisa kita ukur (yang tidak kelihatan), yang tidak bisa diukur dengan mata uang dunia.

Kita dipanggil untuk mengalami sukacita. Kita bahagia karena menjalani hidup yang begitu berarti walaupun terlihatnya berat. Kita dipanggil untuk mengalami sukacita dan kebahagiaan; bukan ketrampilan yang pertama-tama di minta Tuhan tetapi hati.

Arah Dasar Pastoral Keuskupan Manado oleh RD. Johanis Josep Montolalu. Keuskupan Manado dimengerti sebagai salah satu locus di Indonesia, di mana religiositas para Bruder sudah dan terus menerus didaratkan, ditanamkan, dan bertumbuh, serta berbuah. Keuskupan Manado adalah salah satu locus, di mana para Bruder mau mewujudkan karya-karya misi mereka lewat perjumpaan dengan manusia, perjumpaan dengan local wisdom yang tersebar di Keuskupan Manado.

Musyawarah yang diadakan hari-hari ini, adalah tanggapan terhadap tuntutan ini: ecclesia semper reformanda. Melihat masa lampau dan merencanakan masa depan. Itulah panggilan gereja untuk selalu membaharui dirinya. Itulah panggilan komunitas religius untuk selalu membaharui diri, supaya semakin aktual dan kontekstual sesuai dengan arah perkembangan gereja setempat. Apalagi di zaman disrupsi ini. Musyawarah ini dilaksanakan di bawah semangat ini: aggiornamento.

Gerak dinamis dari aggiornamento ini tertuju pada upaya terus menerus untuk mencari kehendak Allah, yang harus dicari dan dibaca di banyak sekali Kitab. Ada Kitab Suci dan ada Kitab Alam Semesta. Salah satu bagian dari Kitab Alam Semesta adalah Keuskupan Manado. Situasi setempat Keuskupan Manado sebagaimana terungkap dalam rumusan misi di atas kiranya menjadi roh yang bersuara terus menerus juga sepanjang Musyawarah ini.

By vianmtb