Thu. Sep 21st, 2023

Saat indah kami rasakan bersama-sama. Hari ini (Jumat 21/01) jajaran Bimas Katolik mengadakan rapat koordinasi bertempat di Aula Kementerian Agama Kab. Pati bersama dengan menteri agama Kab. Pati, Jawa Tengah, Bpk. H. Ali Arifin, MM, Bpk Yosep Elia Triwinanto, selaku penyelenggara pendidikan agama Katolik, dan Ibu Theresia Sri Sulastri, S.Ag, selaku pengawas Agama Katolik yang menjadi pemerhati pendidikan agama katolik mengadakan Rapat Koordinasi awal tahun 2022 Bimas Katolik Se Kab. Pati.

Usai doa pembuka yang dipimpin oleh Br. Ferdi MTB [selaku guru pendidikan agama di SMP Kanisius Pati] dilanjutkan dengan pengantar singkat oleh Ibu Sulastri sapaannya untuk memberikan kesempatan kepada Bapak Kepala Kantor Kementeriaan Agama, Kab. Pati untuk menyerahkan SK penyuluhan kepada 5 orang anggota penyuluh keagamaan Katolik untuk masa jabatan selama 3 tahun, 2022-2024.

Selanjutkan Bpk H. Ali Arifin, MM mendapatkan kesempatan untuk memberikan pembinaan dan pengarahan kepada seluruh penyuluh Agama Katolik, beliau memberikan apresiasi kepada Bapak Yosep selaku penyelenggara Bimas Katolik dan Ibu Sulastri, selaku pengawas yang mengadakan kegiatan ini. Lebih lanjut beliau mengungkapkan harapannya kepada seluruh penyuluh Katolik “Meskipun jumlah umat Katolik sedikit, bukan dilihat dari jumlahnya, tetapi bentuk karya pelayanan itu dirasakan oleh masyarakat pada umumnya.”  Pada kesempatan yang sama, beliau mengharapkan “Semoga dengan tugas ini, bapak dan ibu penyuluh dapat menjalankan tugas sebaik-baik untuk semua pelayanan dan pembinaan iman umat sehingga menjadi berkat bagi semua orang, terutama umat yang ada di Kab. Pati.” Tegasnya dalam pengarahan.

Sementara, Bapak,Yoseph, selaku ketua penyelenggara Katolik, mengungkapkan harapan besarnya bahwa “Semoga tugas ini dapat diterima dengan baik dan dapat dijalankan sampai masa jabatan selesai.” Semoga menjadi berkat bagi semua orang dalam tugas dan pelayanan.

Dalam kegiatan selanjutnya bapak/ibu diberikan kesempatan untuk mengungkap pengalaman konkret tentang tantangan bagi guru pendidikan agama Katolik yang akhir-akhir ini guru yang purna karya semakin menambah, sementara guru baru belum ada penambahan sehingga mengalami kesulitan untuk mendampingi anak-anak di sekolah-sekolah. Ibu Sri Sulastri sapaannya, mengharapkan bahwa bapak/ibu agar tetap berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi anak-anak. Ungkapnya.

Prificiat bapak dan ibu tim penyuluh agama Katolik, semoga dalam karya pelayanan semakin menjadi terang bagi banyak orang.