Wed. Apr 17th, 2024

Setiap tahun dalam menyongsong memperingati kemerdekaan bangsa Indonesia yang tercinta, pada tanggal 17 Agustus dari tahun 1945 sampai sekarang tahun 2021 yang masi awet dan tetap berkibar hingga saat ini. Tujuh puluh enam tahun telah berlalu dan dalam tahun itu, setiap warga negara Indonesia memperingatinya dengan berbagai cara dan tentu mempunyai keunikan tersendiri dari tahun ke tahun. Namun, saya tidak membahaskannya terlalu luas soal itu. Kembali pada pengalaman yang telah dilewati bersama ketika mendengar berita bahwa pandemi COVID-19 menyerang seluruh dunia termasuk di Indonesia, 14 Maret 2020 yang lalu. Dari peristiwa itulah maka muncul rasa panik, takut, gelisa, galau dsb. Dan lebih mengagetkan lagi ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM). Mungkin kita yang hidup dalam lingkungan biara kurang merasakan dampak dari kebijakan itu. Bagaimana dengan pedagang kaki lima yang mencari rupiah dengan berjalan berkeliling membawa grobak dorong mereka untuk kehidupan isteri dan anak-anaknya. Dan masih banyak keluhan-keluhan dari mereka yang sekarang sedang mencari rupia.

Hampir memasuki dua (2) tahun Indonesia dikuasai oleh Virus corona. Terpaksa setiap kegiatan dibatalkan. Dilarang berkerumunan, mengurangi mobilitas, menjaga jarak, mencuci tangan pada air mengalir dan memakai masker dengan keyakinan bahwa virus corona akan segera berakhir. Dari keyakinan itu satu-satunya harapan kita ialah Tuhan. Kita yakin bahwa Allah tidak akan diam dan menutup mata melihat anak-anaknya yang sedang mengalami kesulitan. Namun pertanyaannya apakah kita mau berharap akan kekuatan Allah yang akan menyelamatkan kita dan apa tindakan kita dalam hal itu.?

Tahun lalu 17 agustus dirayakan secara intern namun pada kali ini tidak dirayakan dengan alasan menjaga kesehatan bagi para saudara yang baru selesai vaksin tahap II. Sehingga untuk menggantinya masing-masing dari kami membuat tulisan ini. Walaupun kemerdekaan Indonesia dirayakan secara terbatas tetapi semangat para pejuang tetap akan selalu hidup. Berangkat dari semangat para pejuang, mari kita mederkakan diri kita dari virus corona dengan cara taat protokol kesehatan…Merdeka… merdeka.. medekaaaaaa……Sdr. Fransiskus (Novis 2)