Wed. Apr 17th, 2024

Gambaran Umum Tentang Allah

Pandangan umum tentang Allah: Dia adalah Allah yang mengganjar yang baik dan menghukum yang jahat. Kalau sesorang berbuat baik, Allah pasti akan memberikan ganjaran. Sedangkan kalau seseorang berbuat jahat pasti dihukum. Inilah yang disebut dengan ajaran pembalasan di bumi dalam tradisi bangsa Yahudi. Cara berpikir spt ini sangat laku dalam diri orang beragama, juga untuk orang katolik. Memang seolah selesai, tetapi meninggalkan masalah.

Lukas 15 ; Tentang Anak yang Hilang Menjadi KoreksiĀ 

Perumpamaan yang disampaikan oleh Yesus menjadi koreksi atas pandangan Allah yang suka mengganjari yang baik dan menghukum yang jahat. Allah yang digambarkan oleh Yesus bukanlah tipe Allah yang senang menghukum orang jahat dan otomatis mengganjari yang baik. Allah bukan seperti robot. Justru Allah digambarkan melampaui gambaran seperti itu. Ajaran tadi tidak cukup menghadirkan Allah yang maha rahim.

Relasi si Bungsu dengan Ayah

Pandangan umum: si bungsu adalah gambaran anak yang jahat. Meminta warisan selagi ayahnya masih hidup. Pergi ke negeri yang jauh. Dia tidak setia menemani sang ayah. Dia memboroskan uangnya dengan hidup berfoya-foya. Si bungsu adalah anak yang tidak tahu berbakti kepada orangtua.

Bila dilihat dari kacamata umum si bungsu ini layak dan pantas untuk menerima hukuman yang setimpal. Dan itu disadari oleh si bungsu : Aku tidak layak sebagai anak bapa, jadikanlah aku sebagai seorang upahan bapa. Si bungsu sadar akan kesalahannya dan merasa pantas untuk mendapatkan hukuman. Apakah si bungsu dihukum?

Tindakan yang dibuat oleh Sang Ayah

Dari kejauhan dia telah berlari-lari menyongsong si bungsu. Bertentangan dengan adat istiadat bangsa Yahudi. Sebelum si bungsu menyesal, sang ayah sudah merangkul, mencium dan memeluknya. Si bungsu tetap dianggap sebagai anaknya, bukan dijadikan budak. Cincin, sepatu dan jubah adalah lambang haknya sebagai anak dan dikembalikan. Menyembelih lembu yang tambun untuk berpesta menyambut si bungsu.

Si bungsu yang jelas-jelas bersalah tidak dihukum, tetapi dimaafkan. Bahkan diberi anugerah yang lebih besar lagi. Pembaca dibuat geleng-geleng kepada. Ini ayah macam mana? Bagaimana mungkin dia tidak menghukum anaknya yang sangat durhaka? Ayah yang benar-benar tidak bisa dimengerti.

Si Ayah adalah gambaran Allah

Itulah gambaran Allah yang maharahim. Bukan tipe Allah yang menghukum pendosa. Dia adalah Allah yang tidak tahan mendengar penyesalan manusia. Allah yang selalu menunggu kepulangan orang yang berdosa untuk bertobat. Allah yang gembira karena ada pendosa yang kembali.

By vianmtb