Fri. Jul 30th, 2021

Belik Langgeng.., Uripmu Langgeng!!” seru anak-anak RAK
Hari Air Sedunia diperingati setiap pada tanggal 22 Maret. Dengan cara khas Kenalan atau anak-anak Republik Anak Kenalan (RAK), siswa-siswi SD Kanisius Kenalan memperingati Hari Air Sedunia dilaksanakan ‘Tilik Belik’. Istilah ‘Tilik Belik’ sendiri merupakan kata yang diambil dari kalimat “niTI beLIK BErkahing khaLIK”. Setidaknya bermakna ‘memeriksa, menyusuri mata air kecil (belik) sebagai berkah dari Sang Pencipta’. Memaknai pentingnya air dalam kehidupan menjadi salah satu tradisi anak-anak RAK. Sejak tahun 2012 tradisi ini telah dilakukan oleh mereka dengan penuh suka cita. Aktivitas ini nampak sederhana namun terkandung upaya besar penanaman penghargaan pentingnya air bagi kehidupan. Terlebih isu tentang air sebagai kebutuhan yang tak terpisahkan dalam kelanjutan hidup manusia dan seluruh makhluk hidup akan selalu hangat diperbincangkan. Belik yang ada di sekitar daerah SDK Kenalan debit mata airnya kian berkurang serta kondisinya kurang terawat sehingga menggerakan hati Tim RAK untuk ambil bagian dalam upaya melestarikan sumber air yang ada di sekitar.
Pada tahun 2021 ini kegiatan Tilik Belik telah dilaksanakan pada Sabtu, 20 Maret 2020 di empat belik yang terletak di Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Magelang. Belik Bajing dan Belik Ngluwih terletak di daerah administasi Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo sedangkan dua belik lainnya Belik Trucak dan Belik Kemuning terletak di daerah Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Berbekal pedoman protokol kesehatan kegiatan ini dilaksanakan oleh anggota RAK kelas 4 dan 5 yang kemudian dibagi berdasarkan letak administrasi tempat tinggalnya. Dari 23 anak yang ada, 12 anak di antaranya bertempat tinggal di daerah Kecamatan Borobudur sedangkan 11 anak lainnya tempat tinggalnya di daerah Kecamatan Kalibawang. Sebagai kontribusi dalam menghadapi Pandemi mencegah penyebaran Covid-19 kegiatan ini dilaksanakan dengan menaati protokol kesehatan dan dilaksanakan pada waktu yang bersamaan di dua lokasi yang berbeda.
Pembelajaran Tematik
Gagasan kegiatan Tilik Belik ini merupakan salah satu upaya pembelajaran tematik integratif Tim Pendidikan RAK. Mata pelajaran yang terkait seperti; IPA, Bahasa Indonesia, IPS, Pertanian, Matematika, Pendidikan Agama dan Keterampilan musik. Di setiap belik yang dikunjungi beberapa kegiatan dilaksanakan, diantaranya menyanyikan lagu Indonesia Raya dan penghormahatan bendera merah putih, wawancara pemanfaatan air belik, membuat miniatur belik, membersihkan dan memunguti sampah di belik dan sungai, serta aktivitas pelajaran mengukur luasan belik, tingkat keasaman air, mengukur debit air, menggambar sketsa belik, serta mengidentifikasi tumbuhan penyangga dan kondisi tanah/batu di sekitar belik. Sebagai sekolah Katolik yang berada di daerah pegunungan Menoreh tidak lupa lafal doa ujub syukur dan berkah bagi sesama dipanjatkan. Setelah kegiatan di belik selesai anak-anak yang telah dibagi tugasnya kemudian pada hari Senin, 21 Maret 2021 diminta untuk melaporkan tugasnya ke kelompoknya dan kemudian dipresentasikan.
Menumbuhkan Rasa Nasionalisme
Setiap aktivitas di belik merupakan usaha untuk menampilkan cara berbeda dari ungkapan identitas diri seorang anak sekolah di pedesaan. Aktivitas membersihkan dan memunguti sampah di belik adalah salah satu aksi dalam mensyukuri dan melestarikan kreasi Sang Pencipta. Begitu pula bendera Merah Putih sebagai lambang negara dibawa dalam perjalanan menuju belik satu ke lainnya. Upacara penghormatan bendera dan menyanyikan lagu nasional menjadi kewajiban yang tak terlupakan. Penanaman rasa nasionalisme di kalangan anak pedesaan terlebih anak sekolah merupakan hal yang wajib bukan saja diperlukan. Ini dalam rangka mendukung keberlangsungan dan mewujudkan kejayaan negeri tercinta Indonesia. Selain itu, pengisian lembar kerja mengukur debit air, luas dan volume belik, gambar belik dan lain-lain menuntut anak untuk menggunakan akal dan caranya dalam menyelesaikan tugas memanfatkan benda yang ada di sekitar.
Sebagai sebuah tradisi, kegiatan ini menjadi salah satu hal yang dinantikan seluruh anak RAK. Mereka mengikuti dan melaksanakan dengan riang seperti khasnya anak pedesaan. Dapat belajar dengan riang gembira adalah hal yang diidam-idamkan setiap anak sekolah. Semoga setiap hal baik menginspirasi kebaikan. ***Damasus Ferix LH-Penulis adalah : Alumnus Magister Kajian Budaya USD, dan pengajar di SD Kanisius Kenalan,Borobudur, Magelang, Jawa.

Para peserta didik SD Kanisius Kenalan menyelusuri perjalanan dari Belik Trukan ke Belik Kemuning, dengan penuh semangat.