Sat. Mar 6th, 2021

Oleh: Br. Maksimus, MTB

“Hendaknya Kasih Persudaraan Tetap Ada Diantara Kamu” itulah tema yang diangkat dalam Orientasi Asrama Mahasiswa Santo Bonaventura (OASBON) satu tahun yang lalu, bacaan terinspirasi dari kitab Ibrani 13:1. Kegiatan OASBON selalu diadakan setiap tahun dan merupakan salah satu program pembinaan, untuk menerima penghuni baru di Asrama Mahasiswa St. Bonaventura Pontianak.

Kegiatan OASBON dilaksanakan sederhana, mengingat perkembangan covid semakin meningkat. Oleh karena itu, kegiatan OASBON tetap dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan [prokes]. Tetapi semua itu tidak menyurutkan semangat para penghuni asrama dalam mengikuti kesgiatan hingga selesai. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dimulai pada tanggal 29 s/d 30 Oktober 2020. Panitia OASBON membagi kegiatan dengan  empat [4] kegiatan, di antaranya; Pengenalan Asrama, Seminar Ekologi, Rekoleksi dan Ibadat Sabda Penerimaan dalam rangka penerimaan warga baru.

Makna apa yang mau diambil dalam kegiatan ini? Asrama bukanlah segedar tempat tinggal dan perkumpulan saja, tetapi lebih jauh dari pada itu. Bahkan asrama bukanlah “kost” dan tempat “penitipan anak”, menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) asrama merupakan “Tempat tinggal bagi kolompok orang untuk sementara waktu dan dipimpin oleh seorang kepala asrama”. Bisa dikatakan bahwa tinggal di asrama memiliki batas waktu [sementara] dan dipimpin seorang pembina. Selain itu asrama memiliki visi, misi, aturan, dan fasilitas yang dapat membantu perkembangan penghuni didalamnya.

Di lain sisi, makna OASBON agar mahasiswa yang akan tinggal di asrama mampu menjalin kerja sama, membentuk mental, tanggung jawab dan rasa persudaraan selama tinggal di asrama. Selain itu, peran seorang pembina dalam pembinaan warga asrama untuk membantu memperlancar seluruh dinamika kehidupan asrama, baik asperk pembinaan pribadi maupun komunal, aspek sosial, spiritual dan akademik, dll. Diperlukan keterlibatan aktif dan dukungan dan kerjasama semua warga asrama. Asrama menjadi rumah kedua, dimana setiap orang tinggal, belajar, dibentuk menjadi pribadi yang mandiri, dan tanggung jawab. Tinggal di asrama memang tidaklah enak, tetapi suatu saat nanti kita akan mengerti arti sebuah perjuangan hidup untuk membentuk peribadi yang dewasa dan disiplin.